KolaborAksi
Perkuat Arah Intervensi Kesehatan 2026, LKC Dompet Dhuafa NTT Bangun Kolaborasi Strategis dengan Dinas Kesehatan Provinsi
LKCDOMPETDHUAFA.ORG, KUPANG - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan audiensi bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Kupang (8/4).
Audiensi yang dilaksanakan pada pukul 09.30 hingga 12.00 WITA ini bertujuan untuk memaparkan capaian program LKC Dompet Dhuafa NTT sepanjang tahun 2025 sekaligus menyampaikan rencana strategis program tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan bidang di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, di antaranya Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) beserta staf, pengelola program Tuberkulosis (TB), penanggung jawab sanitasi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), gizi, serta kusta, dengan total peserta sebanyak 15 orang.
Dalam pemaparannya, Kepala LKC Dompet Dhuafa NTT menjelaskan berbagai bentuk intervensi yang telah dilakukan di masyarakat, meliputi upaya promotif dan preventif, serta pendampingan intensif kepada kelompok sasaran. Program-program tersebut difokuskan pada penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan kesehatan di wilayah NTT.
Memasuki tahun 2026, LKC Dompet Dhuafa NTT merencanakan keberlanjutan program-program prioritas yang telah berjalan, dengan penambahan fokus pada penanganan kusta sebagai bagian dari respon terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Pihak Dinas Kesehatan Provinsi NTT memberikan apresiasi atas kontribusi LKC Dompet Dhuafa dalam mendukung capaian indikator kesehatan daerah. Program yang dijalankan dinilai selaras dengan prioritas pemerintah provinsi, khususnya dalam penanganan stunting, tuberkulosis, dan kusta yang saat ini menjadi perhatian utama.
Kepala Seksi PTM Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Heny Rohy, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi LKC dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di NTT. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas program di lapangan.
Kepala LKC Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur, Ummi Kalsum Muhammad, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat dampak program kesehatan yang dijalankan.
“Sinergi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT menjadi pondasi penting dalam memastikan setiap intervensi kesehatan berjalan selaras dengan prioritas daerah. Melalui audiensi ini, kami tidak hanya menyampaikan capaian program, tetapi juga memperkuat komitmen kolaborasi untuk tahun 2026, khususnya dalam penguatan program stunting, TB, serta perluasan fokus pada penanganan kusta. Kami meyakini bahwa pendekatan promotif, preventif, dan pendampingan berbasis komunitas akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat di NTT,” ujar Ummi.
Melalui penguatan kolaborasi ini, diharapkan implementasi program kesehatan di tahun 2026 dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berdampak luas, sejalan dengan upaya percepatan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Oleh Budi S - 14 Apr 2026 - 00:00:00