blog-post-image
Cegah TBC Sejak Dini, LKC Dompet Dhuafa Jateng Gelar Skrining Mantoux Balita di Kebumen

LKCDOMPETDHUAFA.ORG, KEBUMEN - Upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) terus diperkuat melalui deteksi dini pada kelompok rentan. Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Tengah bekerja sama dengan Puskesmas Pejagoan melaksanakan kegiatan penjaringan suspek TBC pada balita melalui Tes Mantoux di Desa Kuwayuhan, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, (14/4).



Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Desa SERBU TBC (Serentak Berantas Tuberkulosis) yang bertujuan meningkatkan penemuan kasus TBC sejak dini, khususnya pada kelompok rentan seperti balita. Sebanyak 37 balita menjadi sasaran dalam kegiatan skrining ini.

Pelaksanaan skrining diawali dengan pengukuran berat badan (BB) dan tinggi badan (TB), serta evaluasi status gizi oleh tim Puskesmas Pejagoan. Selanjutnya, dilakukan Tes Mantoux sebagai metode deteksi dini infeksi TBC pada anak. Hasil pemeriksaan dijadwalkan akan dibacakan pada Jumat, 17 April 2026 oleh tim Puskesmas.

Kepala Desa Kuwayuhan, H. Akhmad Mujamil Mustofa, S.Sos., menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Ia menegaskan bahwa upaya eliminasi TBC memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, dan Program Desa SERBU TBC menjadi langkah strategis dalam pemberantasan TBC di tingkat desa.



Sementara itu, dr. Septian Choirul dari Puskesmas Pejagoan menekankan pentingnya deteksi dini TBC pada balita. “TBC merupakan penyakit infeksi yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan status gizi anak, sehingga deteksi sejak dini sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih serius,” ujarnya.

Pelaksana Program TBC LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Siti Nur Rahmah, menyampaikan bahwa kegiatan ini akan terus diperluas agar seluruh kelompok sasaran dapat terjangkau. Ia juga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan dan penanggulangan TBC.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Kuwayuhan dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta partisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian TBC, sejalan dengan target eliminasi TBC di Indonesia.



Salah satu pendekatan eliminasi TBC di tingkat desa adalah melalui pemberdayaan masyarakat berbasis desa. Program DESA SERBU TBC dirancang untuk meningkatkan peran aktif masyarakat, kader kesehatan, serta lintas sektor dalam upaya penemuan kasus, pendampingan pengobatan hingga sembuh (TOSS TBC), serta penguatan perilaku hidup sehat. Selain itu, diperlukan dukungan inovasi berupa tools atau aplikasi untuk memantau kepatuhan minum obat pasien TBC guna menurunkan angka putus berobat (loss to follow-up).

Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Titi Ngudiati, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam upaya eliminasi TBC. “TBC tidak bisa diberantas sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Melalui Program Desa SERBU TBC, kami berharap sinergi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dan LKC Dompet Dhuafa Jawa Tengah dapat semakin kuat dalam menemukan kasus lebih dini dan memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga sembuh,” tegas Titi.

Oleh Budi S - 16 Apr 2026 - 00:00:00