blog-post-image
LKC Dompet Dhuafa Perkuat Peran PMO untuk Dukung Kesembuhan Pasien TB

LKCDOMPETDHUAFA.ORG, Jawa Barat - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat berkolaborasi dengan Puskesmas Pancasan, Kelurahan Pasir Jaya, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor dan kader kesehatan dalam menggelar Edukasi Pengawas Menelan Obat (PMO) bagi pasien Tuberkulosis (TB) beserta pendampingnya, Senin (8/6).



Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pasien dan pendamping mengenai pentingnya kepatuhan mengonsumsi obat selama masa pengobatan TB. Keberadaan PMO diharapkan dapat membantu memastikan pasien menjalani pengobatan secara teratur dan tuntas sehingga proses penyembuhan berjalan optimal.

Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat, Filly Muharani, menyampaikan bahwa dukungan dari keluarga, pendamping, tenaga kesehatan, dan kader memiliki peran penting dalam keberhasilan pengobatan pasien TB.

“Melalui edukasi ini, kami berharap pasien TB dan Pengawas Menelan Obat semakin memahami pentingnya kepatuhan minum obat serta dukungan selama masa pengobatan. Kolaborasi berbagai pihak dibutuhkan agar proses penyembuhan pasien dapat berjalan secara optimal,” ujar Filly.



Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Peserta selanjutnya memperoleh penyampaian materi, mengikuti sesi tanya jawab, mengerjakan post-test, dan menutup kegiatan dengan foto bersama.

Dalam sesi edukasi, peserta mendapatkan informasi mengenai penyakit Tuberkulosis, kriteria dan peran Pengawas Menelan Obat, fungsi PMO dalam mendukung keberhasilan pengobatan, serta berbagai efek samping yang mungkin muncul akibat konsumsi obat TB.

Pengawas Menelan Obat memiliki tugas penting dalam mendampingi pasien selama menjalani pengobatan. Pendamping tidak hanya mengawasi konsumsi obat secara rutin, tetapi juga memberikan motivasi agar pasien tetap menjalani seluruh tahapan pengobatan sesuai arahan tenaga kesehatan.

Peserta terlihat aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada pemateri. Beberapa hal yang dibahas antara lain kemungkinan penyakit TB kembali kambuh, konsumsi suplemen atau herbal selama masa pengobatan, perbedaan TB Sensitif Obat (TB SO) dan TB Resistan Obat (TB RO), serta kemungkinan ditemukannya pasien TB yang tidak mengalami gejala batuk.

Diskusi tersebut menjadi ruang bagi pasien dan pendamping untuk memperoleh informasi yang tepat serta mengklarifikasi berbagai pemahaman mengenai penyakit dan pengobatan TB.

Kepala Puskesmas Pancasan, dr. Dessy Yuliarti, MKM mengapresiasi dukungan yang diberikan LKC Dompet Dhuafa, termasuk dukungan sumber protein bagi pasien TB untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pengobatan.

“Terima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa yang sudah mendukung pemberian sumber protein sehingga dapat membantu mengoptimalkan penyembuhan pasien TB,” ujar Dessy.

Sinergi antara fasilitas kesehatan, pemerintah kelurahan, kader kesehatan, pasien, dan keluarga menjadi bagian penting dalam mewujudkan lingkungan yang lebih sehat serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis.

Oleh Budi S - 15 Jun 2026 - 00:00:00