blog-post-image
LKC Dompet Dhuafa Dorong Percepatan Desa ODF melalui Pemicuan dan Bantuan Jamban Sehat

 LKCDOMPETDHUAFA.ORG, Sumatera Selatan - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan bekerja sama dengan Puskesmas Tanjung Agung melaksanakan kegiatan Pemicuan Jamban Sehat di Kawasan Sehat Desa Pagar Dewa (16/7).



Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sanitasi layak sekaligus mendukung percepatan terwujudnya desa berstatus Open Defecation Free (ODF) atau bebas dari praktik buang air besar sembarangan.

Sebanyak 20 penerima manfaat mengikuti kegiatan yang diawali dengan penyampaian materi edukasi mengenai pentingnya penggunaan jamban sehat, dampak buruk buang air besar sembarangan terhadap kesehatan dan lingkungan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, Tri Hartati, menyampaikan bahwa peningkatan akses sanitasi perlu disertai dengan perubahan perilaku masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Melalui kegiatan pemicuan dan penyaluran bantuan material jamban sehat ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya sanitasi yang layak serta berkomitmen menghentikan praktik buang air besar sembarangan. Upaya ini tidak hanya menghadirkan sarana fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” ujar Tri.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta dapat menyampaikan berbagai permasalahan sanitasi yang dihadapi di lingkungan tempat tinggal sekaligus mendiskusikan solusi yang dapat diterapkan bersama.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, panitia juga menghadirkan sesi pembagian hadiah bagi peserta yang aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.



Pemicuan Jamban Sehat bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat agar memiliki komitmen menghentikan praktik buang air besar sembarangan, meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya akses sanitasi yang layak, serta mendorong penerapan pola hidup yang lebih bersih dan sehat.

Pada hari yang sama, LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan menyalurkan bantuan bahan material pembangunan jamban sehat kepada lima kepala keluarga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Bantuan tersebut diberikan sebagai tindak lanjut dari kegiatan pemicuan sekaligus bentuk dukungan nyata dalam mempercepat pencapaian status Desa ODF dan memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap fasilitas sanitasi yang aman dan layak.

Pembangunan jamban akan dilakukan oleh masing-masing penerima manfaat dalam waktu 28 hari sejak seluruh bahan material diterima. Selama proses pembangunan, penerima manfaat akan memperoleh pendampingan dan pemantauan agar jamban yang dibangun sesuai dengan standar jamban sehat serta dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan.

Salah seorang penerima manfaat, Isra, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan material yang diterimanya. Keinginan keluarganya untuk memiliki jamban layak sebelumnya belum dapat diwujudkan karena terkendala keterbatasan biaya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan atas bantuan ini. Selama ini kami ingin memiliki jamban yang sehat, tetapi terkendala biaya. Insyaallah dengan adanya bantuan material ini, kami bisa segera membangun jamban yang layak sehingga keluarga kami dapat hidup lebih bersih, sehat, dan nyaman. Semoga program seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” ujar Isra.

Ketersediaan jamban sehat diharapkan mampu mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat budaya gotong royong dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kolaborasi antara LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan, Puskesmas Tanjung Agung, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan akses sanitasi yang layak. Dengan keterlibatan aktif seluruh pihak, Desa Pagar Dewa diharapkan dapat segera menjadi desa yang sehat, mandiri, dan bebas dari praktik buang air besar sembarangan.

Oleh Budi S - 5 Agt 2026 - 00:00:00