Event Lembaga
LKC Dompet Dhuafa Lakukan Ketuk Pintu TBC untuk Percepat Penemuan Kasus di Pasir Jaya
LKCDOMPETDHUAFA.ORG, Jawa Barat - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat bersama kader kesehatan, Kelurahan Pasir Jaya, dan Puskesmas Pancasan melaksanakan kegiatan Ketuk Pintu Tuberkulosis (TBC) di Kelurahan Pasir Jaya, Kota Bogor (20/7).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan penemuan kasus TBC secara aktif di tengah masyarakat. Pasalnya, gejala TBC masih kerap dianggap sebagai batuk biasa sehingga menyebabkan kasus terlambat ditemukan dan berpotensi meningkatkan risiko penularan.
Berdasarkan data Dashboard SIGEULIS Dinas Kesehatan Kota Bogor, terdapat 74 pasien TBC di Kelurahan Pasir Jaya. Kondisi tersebut mendorong perlunya pelaksanaan deteksi dini untuk mempercepat penemuan kasus serta memastikan masyarakat yang terindikasi TBC segera memperoleh pemeriksaan dan pengobatan.
Fasilitator LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat, Asri Fitria Damayanti, menyampaikan bahwa penemuan kasus secara dini menjadi bagian penting dalam mencegah meluasnya penularan TBC di masyarakat.
“Melalui Ketuk Pintu TBC ini, kami berharap penemuan kasus TBC dapat dilakukan sedini mungkin sehingga masyarakat yang terdiagnosis dapat segera memperoleh pengobatan hingga sembuh. Dengan demikian, rantai penularan TBC dapat dicegah sejak dini dan tidak meluas di masyarakat,” ujar Asri.
Pelaksanaan Ketuk Pintu TBC dilakukan dengan menelusuri kontak serumah dan lingkungan sekitar dari 15 pasien indeks TBC yang telah terdata. Kegiatan diawali dengan pengarahan bersama sebelum petugas dan kader melakukan kunjungan dari rumah ke rumah.
Dalam setiap kunjungan, petugas melakukan pendataan serta skrining untuk mengidentifikasi gejala dan faktor risiko TBC. Sebanyak 31 rumah berhasil dikunjungi dengan total 130 orang menjalani skrining awal.
Berdasarkan hasil skrining, ditemukan 16 orang yang menunjukkan gejala mengarah pada TBC. Mereka selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Pancasan untuk menjalani pemeriksaan dahak guna memperoleh hasil diagnosis lebih lanjut.
Selain melakukan skrining, kader kesehatan memberikan edukasi mengenai tata cara pengambilan sampel dahak yang benar. Pemahaman mengenai proses pengambilan sampel diperlukan agar kualitas dahak yang diperiksa sesuai dan hasil pemeriksaan menjadi lebih akurat.
Masyarakat juga memperoleh edukasi mengenai upaya pencegahan penularan TBC melalui penerapan rumah sehat. Beberapa langkah yang disampaikan meliputi memastikan sirkulasi udara berjalan dengan baik serta memanfaatkan sinar matahari dengan membuka jendela dan pintu rumah secara rutin.
Deteksi dini diharapkan dapat membantu masyarakat yang terindikasi TBC segera memperoleh pemeriksaan, diagnosis, dan pengobatan hingga tuntas. Semakin cepat TBC ditemukan dan diobati, semakin besar peluang pasien untuk sembuh serta semakin kecil risiko penularan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Kolaborasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah kelurahan, kader kesehatan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC. Kepedulian untuk melakukan pemeriksaan sejak dini diharapkan dapat mendukung terwujudnya Indonesia bebas TBC.
Oleh Budi S - 5 Agt 2026 - 00:00:00