blog-post-image
LKC Dompet Dhuafa Lakukan Skoring Wilayah Pos Sehat KIA di Kulon Progo, Perkuat Intervensi Berbasis Data untuk Ibu dan Anak

LKCDOMPETDHUAFA.ORG, KULON PROGO - Sebagai tindak lanjut arahan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Yogyakarta melaksanakan tahapan strategis dalam penentuan wilayah Pos Sehat Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) melalui kegiatan skoring wilayah. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan intervensi kesehatan dilakukan secara tepat sasaran dan berbasis data.


Proses skoring dilaksanakan di tiga kalurahan dengan nilai tertinggi berdasarkan data sekunder, yaitu Kalurahan Ngentakrejo, Kalurahan Kedundang, dan Kalurahan Pleret, pada tanggal 5, 6, dan 9 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali dan memvalidasi data lapangan secara komprehensif sebagai dasar penetapan wilayah prioritas Pos Sehat KIA.

Dalam pelaksanaannya, tim LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta melakukan diskusi langsung bersama lurah dan kamituwo di masing-masing kelurahan untuk mengidentifikasi berbagai aspek penting, mulai dari kondisi kependudukan, karakteristik geografis, hingga situasi sosial ekonomi masyarakat. Selain itu, tim juga menggali informasi terkait pola aktivitas masyarakat sehari-hari yang berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ibu dan anak.

Guna memperkuat analisis, LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta turut melakukan koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan setempat, yakni Puskesmas Lendah II, Puskesmas Temon I, dan Puskesmas Panjatan II. Diskusi dilakukan bersama kepala puskesmas serta tenaga kesehatan lintas program, seperti bidan dan tenaga gizi, untuk menelaah indikator kesehatan utama. Indikator tersebut meliputi prevalensi stunting, kasus gizi kurang pada balita, angka ibu hamil dengan risiko tinggi, serta faktor sosial budaya, termasuk tingkat penerimaan masyarakat terhadap program keluarga berencana dan imunisasi.

Tidak hanya itu, aspek pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian, seperti keaktifan kader kesehatan, keberlangsungan kegiatan posyandu, serta program kesehatan lain yang telah berjalan di wilayah tersebut. Seluruh indikator ini menjadi bagian penting dalam menilai kesiapan dan potensi keberhasilan implementasi Pos Sehat KIA. Kepala LKC Dompet Dhuafa Yogyakarta, Syifa R. Amelia, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam setiap intervensi kesehatan masyarakat.

“Proses skoring ini bukan sekadar pemetaan administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. Dengan data yang akurat dan komprehensif, kami dapat menentukan wilayah prioritas secara objektif, sehingga program Pos Sehat KIA dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Syifa.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan menjadi kunci dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan berbasis komunitas. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan terbentuk pemetaan wilayah yang lebih presisi, sehingga implementasi Pos Sehat KIA ke depan mampu memberikan dampak signifikan dalam peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak di Kulon Progo.

Oleh Budi S - 2 Apr 2026 - 00:00:00