blog-post-image
LKC Dompet Dhuafa Goes to School, Ajak Pelajar SMAN 4 Kupang Berperan dalam Eliminasi TBC

LKCDOMPETDHUAFA.ORG, Kupang - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan talkshow Tuberkulosis (TBC) bertajuk “Semangat Anak Muda untuk Eliminasi TBC” di SMAN 4 Kupang, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang (15/7).



Kegiatan yang dikemas melalui program LKC Dompet Dhuafa Goes to School tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelajar mengenai penyakit TBC sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam upaya pencegahan dan eliminasi TBC.

Kelurahan Oesapa merupakan salah satu wilayah intervensi Program TBC LKC Dompet Dhuafa NTT. Melalui kegiatan tersebut, edukasi mengenai TBC tidak hanya diberikan kepada masyarakat umum, tetapi juga diperluas kepada kalangan pelajar sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi kesehatan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00 hingga 11.00 WITA itu diikuti oleh 70 peserta yang terdiri atas siswa, siswi, serta guru SMAN 4 Kupang. Kepala LKC Dompet Dhuafa NTT, Ummi Kalsum Muhammad, mengatakan keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam memperluas edukasi mengenai pencegahan dan penanganan TBC di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan informasi dan pemahaman yang benar mengenai TBC kepada para siswa. Kami berharap mereka tidak hanya mampu menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi penyampai informasi bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya,” ujar Ummi.



Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai TBC yang disampaikan oleh Penanggung Jawab Program TBC Puskesmas Oesapa, Lambertus Boro, S.Kep., Ns. Materi yang diberikan membahas berbagai informasi dasar mengenai penyakit TBC, mulai dari cara penularan, gejala yang perlu dikenali, langkah pencegahan, hingga pentingnya pemeriksaan dan pengobatan secara tuntas bagi pasien TBC.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara narasumber, penyintas TBC, dan para siswa. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan serta memperoleh penjelasan secara langsung mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan penyakit TBC. Kegiatan tersebut juga menghadirkan seorang penyintas TBC yang sebelumnya mendapatkan pendampingan dari LKC Dompet Dhuafa NTT.

Penyintas membagikan pengalamannya selama menjalani pemeriksaan dan pengobatan hingga dinyatakan sembuh. Pengalaman tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran kepada para siswa bahwa TBC dapat disembuhkan apabila ditemukan sejak dini dan pasien menjalani pengobatan secara disiplin hingga tuntas.



Selain itu, penyintas turut memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki semangat dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga serta tidak memberikan stigma negatif kepada orang yang sedang menjalani pengobatan TBC. Ummi menjelaskan, kehadiran penyintas dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu para pelajar memahami persoalan TBC melalui pengalaman nyata.

“Pengalaman penyintas memberikan pembelajaran bahwa TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan dijalani sampai tuntas. Melalui cerita tersebut, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya memberikan dukungan kepada pasien serta tidak menjauhi atau memberikan stigma kepada penyintas TBC,” jelasnya.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia juga menghadirkan kuis interaktif “Mitos atau Fakta” yang membahas berbagai anggapan mengenai penyakit TBC yang masih sering berkembang di masyarakat. Para siswa diminta menentukan apakah setiap pernyataan yang disampaikan termasuk mitos atau fakta. Jawaban peserta kemudian dibahas bersama agar siswa memperoleh penjelasan yang benar dan tidak mudah mempercayai informasi keliru mengenai TBC.



Ummi menambahkan, pemahaman yang benar diperlukan agar generasi muda dapat berkontribusi dalam mencegah penyebaran TBC sekaligus membantu mengurangi stigma terhadap pasien.

“Kami berharap para siswa dapat membawa informasi yang diperoleh dalam kegiatan ini ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Semangat anak muda sangat dibutuhkan untuk mengajak orang-orang di sekitarnya mengenali gejala TBC, melakukan pemeriksaan apabila mengalami keluhan, dan mendukung pasien agar menyelesaikan pengobatan,” tambah Ummi.

Kegiatan talkshow tersebut menjadi bagian dari upaya LKC Dompet Dhuafa NTT bersama Puskesmas Oesapa dalam memperluas jangkauan edukasi TBC, khususnya kepada kelompok usia sekolah.

Oleh Budi S - 30 Jul 2026 - 00:00:00