blog-post-image
LKC Dompet Dhuafa Ajak Siswa TK Ulul Azmi Belajar Hidup Sehat melalui Field Trip Kebun Gizi

LKCDOMPETDHUAFA.ORG, Bekasi - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat berkolaborasi dengan TK Islam Ulul Azmi menggelar kegiatan penyuluhan dan edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan sayuran bertajuk “Field Trip Kebun Gizi” di Bekasi, (21/7).



Kegiatan wisata edukasi tersebut diikuti oleh 36 peserta didik TK Islam Ulul Azmi bersama para guru pendamping. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal pentingnya pemenuhan nutrisi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kesiapsiagaan bencana, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan proses registrasi peserta, sesi perkenalan, dan sambutan dari Penanggung Jawab Program LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat, Alfiyatu Mafiroh. Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat, Filly Muharani, mengatakan pembelajaran kesehatan kepada anak-anak perlu disampaikan melalui metode yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan usia mereka.

“Melalui Field Trip Kebun Gizi, anak-anak tidak hanya mendapatkan informasi mengenai pola hidup sehat, tetapi juga belajar dan mempraktikkannya secara langsung. Kami berharap pengalaman ini dapat membantu mereka membangun kebiasaan hidup bersih, mengonsumsi sayuran, serta peduli terhadap lingkungan sejak dini,” ujar Filly.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi dan praktik mencuci tangan menggunakan sabun melalui lagu. Metode tersebut digunakan agar anak-anak lebih mudah mengenali dan mengingat enam langkah mencuci tangan dengan benar.

Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap gerakan yang dicontohkan oleh pendamping. Beberapa anak bahkan mulai mampu mengingat dan mempraktikkan enam langkah mencuci tangan secara mandiri.

Selain edukasi kebersihan diri, anak-anak juga diperkenalkan dengan berbagai jenis sayuran serta manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Materi disampaikan melalui pendekatan sederhana dengan mengajak peserta mengenali sayuran yang biasa mereka konsumsi. Filly menjelaskan bahwa pengenalan manfaat sayuran sejak dini menjadi salah satu langkah untuk membangun kebiasaan makan sehat pada anak.

“Pengenalan sayuran dengan cara yang menyenangkan diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan anak untuk mengonsumsi makanan bergizi. Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang lebih optimal,” jelasnya.



Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi dasar mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, seperti kebakaran, gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.

Rangkaian kegiatan semakin menarik ketika peserta mengikuti praktik menanam benih sayuran berupa tomat, kangkung, dan bayam. Anak-anak memanfaatkan botol dan galon plastik bekas sebagai media tanam. Setiap peserta terlibat langsung dalam proses menyiapkan media tanam, memasukkan benih, serta memahami cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Filly menambahkan, kegiatan menanam menjadi sarana untuk memperkenalkan sumber pangan sehat sekaligus membangun kepedulian anak terhadap lingkungan.

“Melalui praktik menanam, anak-anak dapat mengetahui bahwa sayuran yang mereka konsumsi membutuhkan proses dan perawatan. Pemanfaatan botol atau galon plastik bekas juga menjadi pembelajaran sederhana mengenai kepedulian lingkungan dan penggunaan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan,” tambah Filly.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias, interaktif, dan ceria. Suasana kegiatan semakin meriah saat para guru memandu penampilan yel-yel yang disambut dengan sorak gembira dari anak-anak. Perwakilan guru pendamping TK Islam Ulul Azmi, Asri, mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan Field Trip Kebun Gizi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan seru untuk anak-anak. Metode pembelajarannya sangat interaktif, mulai dari cuci tangan menggunakan lagu sampai praktik menanam secara langsung. Anak-anak menjadi semakin memahami pentingnya makan sayur dan hidup bersih dengan cara yang menyenangkan,” ujar Asri.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam praktik langsung membuat materi kesehatan lebih mudah dipahami dan diingat dibandingkan hanya melalui penyampaian teori.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan yel-yel dan sesi foto bersama seluruh peserta, guru pendamping, serta tim LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat. Kolaborasi antara LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat dan TK Islam Ulul Azmi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.

Oleh Budi S - 30 Jul 2026 - 00:00:00