blog-post-image
Kolaborasi Pos Gizi di Bogor Tunjukkan Dampak Nyata: Intervensi 90 Hari Dorong Percepatan Cegah Stunting

LKCDOMPETDHUAFA, BOGOR - Upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat. Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat bersama YBM BRILiaN menggelar Focus Group Discussion (FGD) Program Cegah Stunting melalui Pos Gizi pada Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor.



Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Cogreg, Mad Yusup, perwakilan Kecamatan Parung, ahli gizi dari Puskesmas Cogreg, serta kader kesehatan yang terlibat aktif dalam pelaksanaan program. FGD menjadi ruang strategis untuk memaparkan capaian, mengevaluasi progres, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan implementasi di lapangan.

Program Cegah Stunting melalui Pos Gizi merupakan inisiatif intervensi terintegrasi yang mengedepankan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), edukasi gizi, serta pendampingan intensif kepada pengasuh balita. Selama 90 hari pelaksanaan, program ini menunjukkan hasil yang signifikan, di mana rata-rata balita binaan mengalami peningkatan berat badan sebesar 300 gram per bulan. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman pengasuh terkait pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang bagi balita.

Kepala Desa Cogreg, Mad Yusup, menyampaikan apresiasi atas implementasi program yang dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ia berharap model intervensi ini dapat direplikasi di posyandu lainnya sebagai langkah preventif dalam menekan angka stunting di wilayahnya.

Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat, Filly Muharani, menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil dari sinergi multipihak yang terbangun secara konsisten.

“Program Pos Gizi ini membuktikan bahwa intervensi yang tepat, berkelanjutan, dan berbasis pendampingan mampu memberikan dampak nyata dalam upaya pencegahan stunting. Kenaikan berat badan balita dan peningkatan kapasitas pengasuh menjadi indikator penting bahwa pendekatan edukatif dan partisipatif adalah kunci. Ke depan, kami mendorong replikasi program ini agar semakin banyak wilayah yang merasakan manfaatnya,” ujar Filly.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa forum seperti FGD tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi program, tetapi juga sebagai momentum memperkuat komitmen bersama lintas sektor dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Melalui penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta mitra program, diharapkan inisiatif Pos Gizi dapat menjadi model intervensi yang efektif dan berkelanjutan dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia

Oleh Budi S - 2 Apr 2026 - 00:00:00