Pos Gizi
Apresiasi Kader Posyandu, LKC Dompet Dhuafa dan YBM BRILiaN Perkuat Upaya Cegah Stunting di Bogor
LKCDOMPETDHUAFA.ORG, Bogor - Komitmen dalam upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat bersama Yayasan Baitul Maal BRILiaN menggelar kegiatan evaluasi sekaligus pemberian apresiasi kepada para kader dalam program Pos Gizi Cegah Stunting di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 02 Maret 2026.
.jpg)
Kegiatan ini dihadiri oleh para kader posyandu yang terlibat dalam program serta menjadi momentum evaluasi setelah pelaksanaan intervensi selama 90 hari. Selain sesi evaluasi, acara juga diisi dengan silaturahmi, ceramah keagamaan oleh ustadz, serta buka puasa bersama yang semakin mempererat kebersamaan antara para kader dan penyelenggara program.
Program Pos Gizi Cegah Stunting yang dijalankan melalui kolaborasi LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat dan YBM BRILiaN berfokus pada empat posyandu dengan total 40 penerima manfaat di Desa Cogreg. Selama pelaksanaan program, para kader berperan aktif dalam pendampingan keluarga sasaran, pemantauan status gizi anak, serta edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan stunting.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para kader, LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat bersama YBM BRILiaN memberikan reward berupa perlengkapan rumah tangga dan berbagai bentuk dukungan lainnya. Pemberian apresiasi ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para kader yang selama ini menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat, Filly Muharani, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi program, tetapi juga bentuk penghargaan atas kontribusi para kader dalam mendampingi masyarakat.
“Buka puasa bersama dan pemberian reward ini dilaksanakan untuk melakukan evaluasi kegiatan Pos Gizi Cegah Stunting kolaborasi LKC Dompet Dhuafa bersama YBM BRILiaN. Program ini dilaksanakan di Desa Cogreg dengan fokus pada empat posyandu dan 40 penerima manfaat. Hari ini para kader melakukan evaluasi program yang telah berjalan selama 90 hari, sekaligus kami memberikan apresiasi atas peran mereka. Harapannya, program ini membawa dampak positif dalam upaya pencegahan stunting dan penanganan masalah gizi di Desa Cogreg, serta semakin memotivasi kader dalam mendukung penyelesaian masalah stunting,” ujar Filly Muharani.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi upaya penanggulangan stunting di Indonesia. Antusiasme kader terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu kader Posyandu Tanjung 2, Desi Ariyanti, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kali ini kita ada acara silaturahmi, evaluasi sekaligus buka puasa bersama dengan para kader yang lain. Kader kompak cegah stunting. Kami berharap program ini bisa terus berlangsung agar manfaatnya semakin banyak dan semakin luas,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Elin Awalia, kader Posyandu Anggrek Nu. Ia mengungkapkan rasa senang atas kesempatan berkumpul dan menerima apresiasi bersama para kader lainnya.
“Kami senang hari ini ada pemberian apresiasi sekaligus silaturahmi bersama semua kader dari berbagai posyandu yang terlibat. Semoga ke depan kegiatan yang dilakukan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Terima kasih untuk LKC Dompet Dhuafa dan YBM BRILiaN atas program ini,” ungkapnya.
Melalui evaluasi program dan penguatan peran kader, kolaborasi antara LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat dan YBM BRILiaN diharapkan dapat terus mendorong keberlanjutan program Pos Gizi Cegah Stunting serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat di berbagai wilayah.
Oleh Budi S - 10 Mar 2026 - 00:00:00