Event Lembaga
Perkuat Kapasitas Kader, LKC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Kader Posyandu di Adonara
LKCDOMPETDHUAFA.ORG, Adonara - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pelatihan Kader Posyandu di Kantor Desa Adonara selama dua hari, Jumat, 10 Juli 2026 hingga Sabtu, 11 Juli 2026 (11/7).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Kawasan Sehat yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Pelatihan diikuti oleh 16 kader Posyandu dengan melibatkan narasumber dari Puskesmas Sagu, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Adonara, serta tim LKC Dompet Dhuafa NTT.
Selama dua hari, para kader memperoleh pembekalan mengenai berbagai isu kesehatan prioritas dalam pelayanan kesehatan primer, meliputi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), stunting, sanitasi, Tuberkulosis (TB), Penyakit Tidak Menular (PTM), serta komunikasi efektif.
Kepala LKC Dompet Dhuafa NTT, Ummi Kalsum Muhammad, mengatakan peningkatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan Program Kawasan Sehat di Desa Adonara.
“Kader merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan yang berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader agar pelayanan promotif dan preventif di masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujar Ummi.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pelaksanaan tes awal atau
pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum menerima materi pelatihan.
Kepala Tata Usaha Puskesmas Sagu kemudian menyampaikan materi mengenai kebijakan dan target program kesehatan yang berkaitan dengan KIA, stunting, sanitasi, TB, dan PTM. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai arah dan prioritas pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Sagu.
Selanjutnya, perwakilan Ikatan Bidan Indonesia memberikan pembekalan mengenai Kesehatan Ibu dan Anak dengan menekankan pentingnya peran kader dalam mendampingi ibu hamil dan ibu menyusui serta melakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang bayi dan balita.

Materi mengenai stunting disampaikan oleh penanggung jawab program gizi Puskesmas Sagu. Para kader mendapatkan pemahaman mengenai upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan pertumbuhan anak secara berkala, serta edukasi kepada keluarga.
Pada hari kedua, tim LKC Dompet Dhuafa NTT menyampaikan materi mengenai sanitasi sebagai bagian dari upaya mencegah penyakit berbasis lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kepala Puskesmas Sagu turut memberikan materi mengenai Tuberkulosis yang meliputi deteksi dini, pencegahan penularan, serta pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas.
Pelatihan dilanjutkan dengan materi Penyakit Tidak Menular yang disampaikan oleh tim LKC Dompet Dhuafa NTT. Dalam sesi tersebut, peserta juga mengikuti praktik penggunaan berbagai alat pemeriksaan kesehatan.
Praktik tersebut meliputi penggunaan tensimeter, alat ukur tinggi dan berat badan, alat ukur lingkar perut, serta sejumlah alat pemeriksaan kesehatan dasar lainnya. Kegiatan praktik bertujuan meningkatkan keterampilan kader dalam melaksanakan skrining kesehatan di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sesuai standar pelayanan.
Ummi menjelaskan bahwa pembekalan tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan teknis kader dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Selain memperoleh pemahaman mengenai berbagai masalah kesehatan prioritas, para kader juga dibekali keterampilan menggunakan alat pemeriksaan dasar. Kami berharap kader semakin percaya diri dan mampu melakukan skrining kesehatan di Posyandu sesuai dengan standar pelayanan,” jelasnya.
Sebagai penutup rangkaian materi, Penyuluh Keluarga Berencana Kecamatan Adonara memberikan pembekalan mengenai komunikasi efektif. Materi tersebut diberikan untuk memperkuat kemampuan kader dalam menyampaikan edukasi kesehatan, melakukan pendampingan, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.
Pelatihan kemudian diakhiri dengan pelaksanaan tes akhir atau post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Keterlibatan aktif peserta diharapkan dapat mendukung penerapan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pelayanan Posyandu.
Ummi menambahkan, keberhasilan peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat membutuhkan kader yang kompeten serta dukungan kolaborasi lintas sektor yang kuat.
“Melalui pelatihan ini, kami bersama Puskesmas Sagu, Pemerintah Desa Adonara, Ikatan Bidan Indonesia, Penyuluh KB Kecamatan Adonara, dan seluruh mitra berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kader. Dengan kader yang kompeten dan kolaborasi yang kuat, Program Kawasan Sehat diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Ummi.
Pelatihan tersebut menjadi langkah dalam memperkuat peran kader sebagai penggerak kesehatan di tingkat masyarakat, khususnya dalam melakukan edukasi, pendampingan, deteksi dini, dan pemantauan kondisi kesehatan warga.
Dengan meningkatnya kapasitas kader, Program Kawasan Sehat di Desa Adonara diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
Oleh Budi S - 30 Jul 2026 - 00:00:00