blog-post-image
LKC Dompet Dhuafa dan Puskesmas Citarik Perkuat Peran Keluarga sebagai PMO Pasien

TBC LKCDOMPETDHUAFA.ORG, Jawa Barat - Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Jawa Barat bersama Puskesmas Citarik menyelenggarakan kegiatan edukasi Pengawas Menelan Obat (PMO) bagi pasien tuberkulosis (TBC) dan anggota keluarganya di Kabupaten Sukabumi (15/7).



Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat peran keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien TBC. Pasalnya, proses pengobatan TBC membutuhkan kedisiplinan dan waktu yang cukup panjang sehingga pasien memerlukan pendampingan secara aktif dan konsisten hingga pengobatan selesai.

Sebanyak 30 pasien TBC mengikuti kegiatan tersebut bersama 30 anggota keluarga yang berperan sebagai pendamping. Melalui kegiatan edukasi, keluarga dibekali pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai PMO selama pasien menjalani pengobatan.

Materi edukasi disampaikan oleh Penanggung Jawab Program Promosi Kesehatan Puskesmas Citarik, Awaludin. Penyampaian materi dilakukan melalui pemaparan dan diskusi bersama peserta mengenai pentingnya kepatuhan minum obat serta dukungan yang perlu diberikan kepada pasien.

Kepala LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat, Filly Muharani, menyampaikan bahwa keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam membantu pasien menyelesaikan pengobatan TBC hingga tuntas.

“Pengobatan TBC membutuhkan kedisiplinan, kesabaran, dan dukungan yang berkelanjutan. Melalui edukasi PMO ini, kami berharap keluarga dapat hadir sebagai pendamping yang aktif, mengingatkan pasien untuk minum obat secara teratur, serta memberikan motivasi agar pasien mampu menyelesaikan pengobatan hingga sembuh,” ujar Filly.



Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya mengonsumsi obat sesuai jadwal dan tidak menghentikan pengobatan sebelum dinyatakan selesai oleh tenaga kesehatan. Putus berobat dapat menghambat proses penyembuhan serta meningkatkan risiko terjadinya resistansi obat.

Keluarga juga didorong untuk terus memberikan dukungan psikologis kepada pasien. Pendampingan tersebut diperlukan agar pasien tidak merasa menjalani proses pengobatan seorang diri dan tetap termotivasi untuk mengikuti arahan tenaga kesehatan.

Selain memberikan edukasi, LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat menyalurkan paket nutrisi kepada seluruh pasien TBC yang mengikuti kegiatan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan untuk membantu meningkatkan status gizi pasien dan menunjang keberhasilan pengobatan.



Kepala Puskesmas Citarik, Subhan, mengatakan bahwa peran keluarga sebagai PMO sangat menentukan keberhasilan pengobatan pasien TBC.

“Peran keluarga sebagai PMO sangat menentukan keberhasilan pengobatan tuberkulosis. Dengan pendampingan yang aktif dan konsisten, pasien akan lebih termotivasi untuk minum obat secara teratur hingga tuntas. Kami berharap kolaborasi antara Puskesmas Citarik dan LKC Dompet Dhuafa Jawa Barat dapat terus memperkuat upaya penanggulangan TBC di masyarakat,” ujar Subhan.

Edukasi PMO diharapkan dapat meningkatkan pemahaman keluarga dalam mendampingi pasien selama menjalani pengobatan. Pendampingan yang dilakukan secara teratur diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan minum obat sekaligus menekan angka pasien yang putus berobat.

Semakin konsisten pasien menjalani pengobatan, semakin besar peluang pasien untuk sembuh serta semakin kecil risiko penularan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Kolaborasi antara fasilitas kesehatan, lembaga sosial, pasien, dan keluarga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC. Peran aktif keluarga sebagai PMO diharapkan dapat mendukung semakin banyak pasien menyelesaikan pengobatan hingga sembuh.

Oleh Budi S - 5 Agt 2026 - 00:00:00