Artikel Sehat Milik Semua
Bukan Sekedar Perjlanan ke Rumah Sakit, Bagi Rifa Ada Harapan di Setiap Perjalanan
LKCDOMPETDHUAFA.ORG, Pamoyanan, Bogor - Bagi sebagian orang, pergi ke rumah sakit mungkin hanya berarti menempuh perjalanan dari rumah menuju tempat pemeriksaan. Namun bagi Rifa Nazihah Qurrota Aini dan ibunya, perjalanan menuju rumah sakit adalah bagian dari perjuangan yang sudah berlangsung sejak Rifa masih bayi.
Rifa, anak berusia tiga tahun yang tinggal bersama keluarganya di kawasan Pamoyanan, Bogor Selatan, Kota Bogor, telah menjalani perjalanan pengobatan yang panjang. Sejak bayi, ia pernah mengalami penurunan kesadaran dan harus menjalani perawatan di ruang NICU selama sekitar 23 hari. Kondisinya saat itu cukup berat hingga membutuhkan ventilator dan kemudian bantuan oksigen.
Setelah melewati masa tersebut, kebutuhan kesehatan Rifa masih membutuhkan perhatian. Dalam database layanan, Rifa tercatat memiliki sejumlah riwayat kondisi kesehatan, di antaranya GERD, asma, pneumonia paru, ASD, stunting, kurang gizi, dan ADHD. Kebutuhan nutrisi juga menjadi salah satu perhatian utama karena berat badan Rifa masih sulit bertambah dan ia belum dapat makan secara optimal.
Namun, bukan hanya kondisi kesehatan yang menjadi tantangan. Rifa harus menjalani kontrol rutin ke RSCM Jakarta. Bagi keluarga yang tinggal di Bogor, perjalanan berulang menuju Jakarta menjadi persoalan tersendiri. Terlebih ketika kondisi Rifa sedang kurang baik.
Dalam salah satu pengajuan layanan ambulans, misalnya, Rifa sedang mengalami batuk dan muntah ketika harus menjalani kontrol. Perjalanan menggunakan transportasi umum atau kendaraan biasa dalam kondisi tersebut tentu dapat menjadi beban tambahan bagi Rifa maupun ibunya yang mendampingi.
Kebutuhan perjalanan tersebut bukan sesuatu yang terjadi hanya sekali. Keluarga Rifa tercatat beberapa kali mengajukan bantuan ambulans untuk menuju RSCM, termasuk pada November dan Desember 2025 serta April 2026. Di tengah kondisi tersebut, LKC Dompet Dhuafa Jabar hadir membantu salah satu persoalan yang dihadapi keluarga Rifa, yaitu akses transportasi menuju fasilitas kesehatan.
Melalui layanan pengantaran ambulans, perjalanan Rifa dari Bogor menuju RSCM dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman. Pada pengajuan Desember 2025, dukungan pengantaran diberikan melalui Ambulance Hasmi, sementara pada pengajuan April 2026 pengantaran dijadwalkan melalui mitra Ambulance YRAP.
Selain dukungan transportasi, RDK juga mengarahkan keluarga untuk mengajukan bantuan kesehatan berupa susu. Dokter bagian nutrisi merekomendasikan pemberian susu tinggi kalori sebanyak 150 ml, delapan kali sehari, dengan pilihan susu yang disesuaikan dengan kebutuhan Rifa.
Bagi keluarga Rifa, dukungan tersebut bukan sekadar soal mendapatkan kendaraan untuk pergi ke rumah sakit. Sang ibu mengaku layanan ambulans sangat membantu, terutama ketika keluarga sedang tidak memiliki uang untuk ongkos. Ia juga merasa lebih tenang karena pengemudi ambulans menunggu hingga pemeriksaan dan pengambilan obat selesai.
“Alhamdulillah sudah terbantu sekali dengan layanan ambulance gratisnya. Sudah tidak bingung lagi kalau mau kontrol,” ungkap ibu Rifa dalam wawancara pada 6 Agustus 2026. Menurutnya, perjalanan menggunakan ambulans juga membuat Rifa tidak terlalu kelelahan dan membantu mengurangi risiko asmanya kambuh karena tidak harus berdesakan di kereta.
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, tim RDK LKC Jabar melakukan home visit ke kediaman Rifa di Bogor. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melihat lebih dekat kondisi dan kebutuhan Rifa serta keluarganya. Di tengah perjalanan yang panjang itu, ada satu perkembangan yang patut dirayakan. Setelah sebelumnya menggunakan selang NGT, kini Rifa telah lebih dari satu tahun lepas dari NGT dan mampu minum susu melalui mulut dalam jumlah yang lebih banyak. Bagi keluarganya, perubahan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki arti yang besar.
Kisah Rifa mengingatkan bahwa akses kesehatan tidak berhenti pada keberadaan dokter atau rumah sakit. Bagi keluarga dengan kebutuhan medis yang kompleks, kemampuan untuk mencapai fasilitas kesehatan secara aman dan berulang juga menjadi bagian penting dari keberlanjutan pengobatan. Perjalanan Rifa masih panjang. Namun setiap kontrol yang dapat dijalani, setiap kebutuhan nutrisi yang terpenuhi, dan setiap perkembangan kecil yang terjadi menjadi alasan bagi keluarganya untuk terus berharap.
Sebab terkadang, sebuah ambulans bukan hanya membawa seorang anak menuju rumah sakit. Ia membawa kesempatan untuk terus berobat, dan terus memiliki harapan.
Tulisan dari: Sri Lestari Maya Ningrum
Oleh - 6 Okt 2026 - 00:00:00